Self-Love


“Kita tidak dapat mencintai orang lain hingga kita belajar untuk mencintai diri sendiri.”
“Saatnya mencintai diri sendiri.”
Apa Itu Self-Love?
Mungkin kata self-love sudah sering/ familiar di telinga kita dalam kehidupan sehari-hari. Namun, taukah kita apa pengertian self-love menurut para ahli/ pakar psikologi?
Menurut para ahli/ pakar di bidang psikologi:
- Self-love adalah pernyataan penghargaan diri sendiri dalam tindakan untuk mendukung perkembangan secara fisik, psikologis, dan spiritual diri sendiri.
- Self-love adalah saat di mana seseorang memiliki perhatian yang besar terhadap well-being dan kebahagiaan diri sendiri.
- Self-love adalah di saat seseorang memperhatikan kepentingan diri sendiri dan tidak mengorbankan well-being diri sendiri demi menyenangkan pihak-pihak lain.
Well-Being itu Apa?
Menurut APA (American Psychological Association) well-being adalah keadaan yang memiliki rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres rendah, sehat secara fisik dan mental, serta menjaga kualitas hidup yang baik.
Self-Love Bukan Bentuk Keegoisan
Self-love bukan bentuk keegoisan, karena:
- Justru self-love merupakan salah satu bentuk kebaikan terhadap orang lain. Karena saat mencintai diri sendiri, kita tidak perlu merepotkan orang lain dengan masalah-masalah kita yang belum terselesaikan.
- Self-love sangat penting. Jika diri sendiri merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, tidak merasakan ketenangan, batin tidak seimbang, dan merasakan tidak damai dalam diri, kita tidak dapat bekerja dengan baik dan tidak dapat menjadi partner/ rekan yang baik bagi pasangan, anak, keluarga, teman, kolega, dan teman kita.
Contoh Self-Love
- Bagi murid dengan pencapaian tinggi (misalnya juara kelas) ketika gagal dalam sebuah tes, bisa mengatakan pada diri sendiri “It’s okay sekali-sekali gagal. Kita semua bisa gagal terkadang kala. Aku masih cukup bagus kok secara keseluruhan” 🙂
- Seorang ibu yang baru saja kehilangan kesabaran. Lalu si ibu berteriak-teriak marah kepada anaknya. Si ibu bisa berkata pada dirinya sendiri, “Aku bukan ibu yang buruk. Tiap orang bisa hilang kesabaran sesekali waktu. Aku akan segera meminta maaf pada anakku dan memaafkan diriku. Aku berkomitmen untuk lebih baik lagi ke depannya dalam mengendalikan emosiku termasuk emosi marah”
Self-Love Penting untuk Kesehatan Mental
Self-love memiliki peranan yang sangat penting pada kesehatan mental setiap orang. Seorang yang memiliki self-love (mencintai diri sendiri), barulah dapat memiliki mental yang sehat/ kesehatan mental yang baik.
“Terimalah dan hargailah diri kita sendiri apa adanya, maka self-love dan kepercayaan diri kita akan berpancar untuk menginspirasi orang lain.”
“Selalu ingatkan diri kita, bahwa kita adalah pribadi yang berharga.”
Sumber:
- Courtney E. Ackerman, MA. (Peneliti dan Penulis di bidang Psikologi). Courtney E. Ackerman, MA. is the author of psychology books and holds a Master of Arts in Positive Organizational Psychology from Claremount Graduate University. She researches healthcare workforce trends, administers, and evaluates grant programs, and works to improve access to primary care and mental health care throughout California. In her independent work, she mostly focuses on compassion, well-being, and survey research.
- Sarah-Len Mutiwasekwa. Sarah-Len Mutiwasekwa is the Co-founder and Program Director of the Global Institute of Emotional Health and Wellness which focuses on providing mental health services at little to no cost to people of all ages, genders, races, and backgrounds, and free mental health services in University students.
- International Journal of Research tahun 2021.
- APA (American Psychological Association).
https://ruangpsikologidarvina.com/
https://www.instagram.com/reel/CZwSBozjvH9/?utm_medium=copy_link
