Memori Jangka Panjang 1

Apa Itu Memori Jangka Panjang?
Memori jangka panjang (long-term memory) seperti gudang penyimpanan memori/ ingatan dengan kapasitas yang sangat besar sekali. Kita dapat “memasukkan” informasi apapun ke dalam memori jangka panjang kita melalui proses belajar.
Pengulangan
Untuk memindahkan informasi baru dari working memory ke memori jangka panjang, butuh pengulangan. Pengulangan membutuhkan waktu dan latihan.
Beda Jarak Hari, Beda Hasil
Menurut para ahli neuroscience dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa beda jarak hari pengulangan, ternyata beda hasilnya. Pengulangan, misalnya kosakata baru, jika diulangi berbeda jarak hari, berbeda juga hasilnya. Pengulangan di hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Minggu jauh lebih melekat/ diingat di memori jangka panjang daripada pengulangan setiap hari Senin. Walaupun keduanya sama-sama diulangi sebanyak 22 kali.
Relaks/ Santai
Adanya waktu relaks/ santai sangat penting untuk dapat mengingat jangka panjang apa yang telah dipelajari. Dengan kata lain relaks/ santai sangat penting untuk memasukkan apa yang telah kita pelajari ke memori jangka panjang. Setelah belajar sesuatu, kita bisa relaks/ santai sejenak, misalnya dengan memberi reward/ hadiah kecil kepada diri sendiri berupa:
- mengecek sosial media kita
- bersenda gurau dengan keluarga, kerabat, sahabat kita
- jalan-jalan sejenak untuk melepas penat
- camilan sehat
- dan sebagainya
Tidur dan Memori Jangka Panjang

Tidur Penting
Tidur Penting untuk Kesehatan
Kita jangan menganggap tidur itu “kurang penting” saat harus lembur untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian ataupun untuk lembur karena ada pekerjaan urgent yang harus segera diselesaikan. Sehingga membuat kita menjadi kurang tidur karena harus begadang. Padahal menurut berbagai penelitian ilmiah, tidur berperan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh termasuk kesehatan otak kita. Bahkan dalam penelitian menunjukkan bahwa 1 minggu tidak cukup untuk menambal/ menggantikan kekurangan tidur kronis selama 3 minggu dalam hal kognitif dan perilaku. Lebih parahnya lagi, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa gangguan tidur/ kurang tidur meningkatkan risiko berupa:
- Penurunan kognitif
- Demensia
- Alzheimer
Tidur Penting untuk Kerja Otak

- Tidur menghapus bagian ingatan yang tidak penting
- Tidur memperkuat area/ bagian yang diinginkan/ dibutuhkan untuk diingat
- Tidur membantu memecahkan permasalahan sulit yang belum terpecahkan
- Tidur membantu kita memahami apa yang baru dipelajari
https://ruangpsikologidarvina.com/
https://www.instagram.com/p/CQQmvPiFrjz/?utm_medium=copy_link
