Anger Management 3
Sejak Kapan Melatih Anger Management?
Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Anger Management paling baik diajarkan kepada anak sejak dini. Kita sebagai orang tua ataupun pengasuh anak, butuh membekali diri dengan cara mengendalikan emosi marah dengan baik. Ekspresi marah yang tepat dan baik untuk semua pihak adalah tegas. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena anak-anak sangat mudah belajar dari lingkungan di sekitarnya. Termasuk dalam hal ini yaitu ekspresi marah orang tua, pengasuh, dan orang-orang di sekitar anak (Safruddin Al Baqi pada Jurnal penelitian ilmiah Buletin Psikologi Universitas Gadjah Mada, tahun 2015).
Metode Anger Management
Metode Anger Management terdiri dari
- Problem solving
- Komunikasi yang lebih baik
- Gunakan pernyataan yang lebih menyehatkan untuk mengontrol marah
- Gunakan humor
- Relaksasi
- Berkomitmen untuk berubah
(Mahat Pashupati dan Sharma Vidya Dev pada Jurnal penelitian ilmiah Journal of Nobel Medical Collage, Desember 2012)
1. Problem Solving
Kemampuan problem solving (mencari solusi dari masalah yang dihadapi) sangat penting dan dibutuhkan dalam hal cara mengendalikan emosi marah. Seringkali kemampuan problem solving yang rendah menjadi sumber frustrasi yang menyebabkan seseorang menjadi marah.
2. Komunikasi yang Lebih Baik
Jika kita telah menyadari bahwa kita sedang marah, sebelum menghadapi orang lain/ sikon “memanas” dalam sebuah diskusi, lakukan hal-hal berikut ini:
- Tenangkan diri
- Mengambil jarak dai permasalahan dan berpikir sejenak
- Jangan sampaikan apa yang pertama kali datang dari pikiran kita
- Pikirkan dengan seksama apa yang sebaiknya disampaikan
- Dengarkan dengan seksama apa yang sebaiknya disampaikan oleh orang lain
- Ambil jeda waktu untuk berpikir sebelum menjawab/ menanggapi orang lain
3. Gunakan Pernyataan yang Lebih Menyehatkan untuk Mengontrol Marah
Ingatlah bahwa marah tidak akan memperbaiki apapun dan tidak akan membuat kita merasa lebih baik. Orang yang sedang marah sebaiknya memilih kata-kata yang lebih menyehatkan, misalnya “Saya ingin….” daripada “Saya harus….” Hal ini menyangkut toleransi diri antara kenyataan dan harapan, sehingga tidak frustrasi dan marah tidak terkontrol saat belum dapat meraih harapan.
4. Gunakan Humor
Humor memiliki efek yang berkebalikan dengan marah. Humor dapat berefek menurunkan marah.
5. Relaksasi
Contohnya dengan pernafasan yang dalam dan imajinasi yang merelakskan dapat mengurangi kemarahan yang dirasakan.
Pernafasan Diafragma VS Pernafasan Dada
Pernafasan yang merelakskan yaitu pernafasan dalam menggunakan diafragma. Sedangkan, pernafasan dada tidak akan merelakskan kita.
Kata-kata Merelakskan
Mengulang dengan pelan kata-kata yang merelakskan, contohnya:
- “relaks”
- “santai aja”
Ulangi kata-kata merelakskan tersebut dengan nafas yang dalam.
Imajinasi
Gunakan imajinasi untuk memvisualisasikan/ membayangkan pengalaman yang merelakskan, baik visualisasi pengalaman nyata maupun hanya imajinasi.
Yoga

Latihan yang merelakskan seperti yoga dapat merelakskan otot-otot dan membuat kita merasa lebih tenang.
6. Berkomitmen untuk Berubah
Dalam hal ini berkomitmen untuk mengontrol marah dengan ekspresi marah dari yang biasanya agresif/ ke arah agresif ataupun pasif menjadi ekspresi marah tegas.
Anger Management bagian dari Parenting
Dengan anger management/ cara mengontrol emosi marah yang baik semoga anak-anak kita dapat belajar cara orang tua dan pengasuh dalam mengelola marah dengan baik. Dengan demikian, anak-anak diharapkan juga memiliki anger management/ cara mengendalikan emosi marah yang baik pula.
Ajarkan Anak Mengenali Emosi yang Dirasakan
Sejak dini bahkan sejak bayi, orang tua dan pengasuh sangat penting mengajarkan emosi-emosi yang sedang dirasakan anak-anak dan menyebutkan nama emosi tersebut (termasuk marah). Dengan demikian, anak-anak sejak dini telah belajar memahami emosi-emosi yang sedang dirasakannya. Sehingga lebih mudah mendidik anak-anak cara mengontrol emosi yang dirasakannya. Termasuk dalam hal cara mengendalikan emosi marah.
https://www.instagram.com/p/CU7CO0DlIp3/?utm_medium=copy_link



